Rabu, 28 April 2010

Aku Bukanlah Aib

Kisah Kehidupan ANAK ADALAH AMANAH-NYA, BUKAN AIB. HANYA TITIPAN, BUKAN MILIK KITA. APAKAH KITA BERHAK MENGGUGAT JIKA TITIPAN-NYA TERNYATA TIDAK SEPERTI ANAK-ANAK LAIN? KITA HANYA DITUGASKAN MENJAGA DAN MENGASUHNYA DENGAN CINTA, KARENA IA DITITIPKAN ALLAH, YANG RAHMAN DAN RAHIM-NYA TAK PERNAH SURUT DARI SISI KITA. BUKAN TUGAS KITA MENILAI APAKAH SESEORANG AMANAH-NYA YANG BERNAMA "KHALID" ATAU SIAPAPUN, LAYAK MENJADI ANAK KITA ATAU TIDAK. ================================================

ANAK ADALAH AMANAH-NYA, BUKAN AIB. HANYA TITIPAN, BUKAN MILIK KITA. APAKAH KITA BERHAK MENGGUGAT JIKA
TITIPAN-NYA TERNYATA TIDAK SEPERTI ANAK-ANAK LAIN? KITA HANYA DITUGASKAN MENJAGA DAN MENGASUHNYA DENGAN CINTA, KARENA IA DITITIPKAN ALLAH, YANG RAHMAN DAN RAHIM-NYA TAK PERNAH SURUT DARI SISI KITA. BUKAN TUGAS KITA MENILAI APAKAH SESEORANG AMANAH-NYA YANG BERNAMA "KHALID" ATAU SIAPAPUN, LAYAK MENJADI ANAK KITA ATAU TIDAK.

Kamis, 22 April 2010

Anak Kecil & Waktu

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

Rabu, 21 April 2010

pasted from an old email i found in my inbox... credit to mba grahanita herwina.. ;)
a meaningful story by an unknown author..
-------------------------------
Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.


Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :

Jumat, 26 Maret 2010

Dibayar Dengan Senyuman

Suatu hari, di sudut pasar yang ramai... orang-orang sedang sibuk menawarkan barang dagangannya kepada para pembeli yang lewat. setiap kedai buah di pasar tersebut ramai didatangi oleh pembeli . namun, ada satu kedai yang terlihat aneh diantara sekian banyak kedai buah. Ya, kedai milik pak ali itu jarang sekali didatangi oleh pembeli. apa yang terjadi??  hmmm....... tak lama berselang datanglah seorang ibu yang ingin membeli apel

" Pak berapa harga apel ini?" tanya ibu tersebut
"dua puluh ribu satu kilo" jawab pak ali dengan ketus
" kok mahal sekali pak? bisa kurang tidak?" sambung ibu tersebut

Jumat, 19 Maret 2010

30 detik yang menyentuh jiwa

Pasar Rui Guang, setiap hari aku rutin melewatinya. Kadang sampai berkali-kali karena halteu bis menuju pusat kota terletak di ujungnya.
Saat mau menyebrang, terpaksa berdiri dahulu ditepi jalan menunggu lampu merah berganti hijau. Merapatkan jaket dan mencoba menahan semilir angin yang membawa dingin, menggigit tulang. Sudah meninggalkan winter tapi suhu masih tidak stabil, cuaca sudah tidak bisa diprediksikan lagi.
Saat itu lampu lalu lintas warna hijau baru saja berganti kuning. Walau sudah berlari tapi tetap tidak terburu untuk menyebrang. Ini bukan di Indonesia, akal sehatku berbisik. Jangan cari masalah walaupun sedang terburu-buru.

Senin, 22 Februari 2010

Qonaahnya Sang Istri

Melihat Faris tidur, Dwi bergegas memberesi semua baju-baju kotor yang tertumpuk di pojok kamar mandi. Karena sedikit tergesa baju daster yang dikenakannya terkait sebuah paku yang menyembul di antara pintu kamar mandi. Syukur tidak robek, hanya jahitan pinggirnya yang terlepas.

Kalau melihat dasternya yang mulai kelihatan buram warnanya, dengan jahitan tangan disana-sini, terkadang ada rasa keluh dihatinya. Tadi lagi-lagi sedikit tepinya robek,dan dijahit. Dua daster penggantinya semuanya masih kotor, barusan satu kena muntah Faris, bayinya. Dan yang satu lagi memang baru dipakai kemaren sore. Keduanya nasibnya sama, memprihatinkan.

Minggu, 21 Februari 2010

Photobucket


Selasa malam (1 Februari 2005), Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam.

Kamis, 18 Februari 2010

Bocah 13 Tahun Menantang Hidup

Setiap hari sepulang sekolah pukul 13.30 WIB, Ali Ma’un (13 tahun), bocah asal Dusun Becok, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, tak pernah punya cukup waktu untuk bermain. Selepas mengganti baju seragam, kalau ada sisa makanan, dia langsung makan siang. Jika tak ada sisa makanan, dia langsung memanggul linggis dan ganco (cangkul kecil) di pundak kirinya.
Tangan kanannya menjinjing karung berisi peralatan seperti tatah, gergaji, dan peralatan besi lainya. Dengan kaki telanjang disertai beban seberat 12,5 kg, Ma’un menyusuri perbukitan gersang sejauh 5 km dari tempat tinggalnya menuju Dusun Karangrejo, lokasi bukit kapur milik PT Perhutani.

;;

Allah SWT berfirman " Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang menpunyai akal..." (Yusuf:111)

Random Ayat

Daftar Kisah Inspiratif ...

Ruang Cuap ...

Ruang Cuap ...
Go follow me on Twitter @ThiyaRenjana And mention me if you want me to followback, hatur tengkyu ˆ⌣ˆ

Jejak Tertinggal


Compaq Computers

Rintik

Arsip Rintik...


Link To Ruang Jeda



Copy kode di bawah masukan di blog anda,

Ruang Jeda

Jazaakumullooh Khoir. Baarokalloohu Fiikum

Support Palestine

Sahabat Follower ...

Buku Tamu
Jejak Sahabat
EDIT TAB 3
EDIT TAB 4
EDIT TAB 5
   Koridor Silaturahim Ruang Jeda





Template by Thiya Renjana | blog Blogger Templates