Rabu, 28 April 2010
ANAK ADALAH AMANAH-NYA, BUKAN AIB. HANYA TITIPAN, BUKAN MILIK KITA. APAKAH KITA BERHAK MENGGUGAT JIKA
TITIPAN-NYA TERNYATA TIDAK SEPERTI ANAK-ANAK LAIN? KITA HANYA DITUGASKAN MENJAGA DAN MENGASUHNYA DENGAN CINTA, KARENA IA DITITIPKAN ALLAH, YANG RAHMAN DAN RAHIM-NYA TAK PERNAH SURUT DARI SISI KITA. BUKAN TUGAS KITA MENILAI APAKAH SESEORANG AMANAH-NYA YANG BERNAMA "KHALID" ATAU SIAPAPUN, LAYAK MENJADI ANAK KITA ATAU TIDAK.
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Kamis, 22 April 2010
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Rabu, 21 April 2010
2 Manusia Super di Jembatan Setiabudi (copas dari email)
0 Jejak Pembaca Dikisahkan oleh Semesta Renjana di 20.35a meaningful story by an unknown author..
-------------------------------
Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Jumat, 26 Maret 2010
" Pak berapa harga apel ini?" tanya ibu tersebut
"dua puluh ribu satu kilo" jawab pak ali dengan ketus
" kok mahal sekali pak? bisa kurang tidak?" sambung ibu tersebut
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Jumat, 19 Maret 2010
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Senin, 22 Februari 2010
Kalau melihat dasternya yang mulai kelihatan buram warnanya, dengan jahitan tangan disana-sini, terkadang ada rasa keluh dihatinya. Tadi lagi-lagi sedikit tepinya robek,dan dijahit. Dua daster penggantinya semuanya masih kotor, barusan satu kena muntah Faris, bayinya. Dan yang satu lagi memang baru dipakai kemaren sore. Keduanya nasibnya sama, memprihatinkan.
Rintik: Kisah Sekitar Kita
Minggu, 21 Februari 2010
Selasa malam (1 Februari 2005), Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam.
Rintik: Aishiteru, Kisah Sekitar Kita
Kamis, 18 Februari 2010
Tangan kanannya menjinjing karung berisi peralatan seperti tatah, gergaji, dan peralatan besi lainya. Dengan kaki telanjang disertai beban seberat 12,5 kg, Ma’un menyusuri perbukitan gersang sejauh 5 km dari tempat tinggalnya menuju Dusun Karangrejo, lokasi bukit kapur milik PT Perhutani.
Rintik: Kisah Sekitar Kita






