Kamis, 18 Maret 2010

MERPATI

Pada suatu sore, seorang lelaki paruh baya bersama anaknya yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi, duduk santai di halaman sambil memerhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung merpati hinggap di ranting pohon tepat di depan si Ayah dan si anak.

Si ayah lalu menunjuk jarinya ke arah merpati sambil bertanya,"Nak, apakah benda itu?“Burung merpati", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun tidak lama kemudian sang ayah mengulangi pertanyaan yang sama.

Si anak mengira ayahnya kurang mendengar jawapannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung merpati ayah!"

Tetapi sesaat kemudian si ayah bertanya lagi persoalan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit pusing dengan pertanyaan sama yang diulang-ulang, lalu si anak menjawab dengan lebih kuat, "Burung Merpati!!!" Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang sedikit membentak si ayah, "Merpati la ayah.......". Tetapi agak mengejutkan si anak, ternyata si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama.
Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
"Ayah!!! Saya tak tahu apakah ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya persoalan tersebut dan saya sudah pun memberikan jawapannya. Apalagi yang ayah mau saya katakan? Itu burung merpati, dan burung merpati titik....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang emosi. Sebentar kemudian si ayah keluar semula dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih kesal dan tertanya-tanya. Benda itu adalah sebuah diary lama. Coba kamu baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu", pinta si ayah.

Si anakpun mengikuti kata-kata ayahnya dan membaca buku diary yang diberikan... "Hari ini aku di halaman duduk santai dengan anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor merpati hinggap di pohon didepan kami. Anakku terus menunjuk ke arah merpati dan bertanya, "Ayah, apa tu?". Dan aku menjawab, "Burung merpati".

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya persoalan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangkupadanya, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap ini akan menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca diary yang di berikan tersebut si anak mengangkat muka memandang si ayah dengan mata yang berkaca-kaca. Si ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini ayah baru bertanya kamu pertanyaan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah." Anak tersebut terdiam seribu bahasa.

~Betapa mulianya orang tua kita yang telah melahirkan kita, mendidik dan membesarkan kita dengan segala kenakalan dan perbuatan yang tidak menyenangkan, namun mereka senangtiasa bergembira, apabila melihat anaknya bahagia. Mereka tidak memperdulikan semua segi negatif kita, dan selalu sabar untuk menasehati dan membimbing kita. Alangkah bijaksananya, apabila kita bisa meniru sikap sabar yang penuh kasih sayang ini kepada mereka, karena kapanpun, dan bagaimanapun caranya, kita tidak akan mampu membalas kebaikkan orang tua kita, namun kita bisa menghormati dan meniru rasa sabar yang mereka berikan kepada kita, dengan penuh kasih sayang, kepada orang tua kita~

Tak tahu kubalas akan kebaikanmu, :

Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi


Untuk Ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku

Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi

Munajatku untukmu Ayahku :
“Ya Tuhan, Ampunilah dosa kedua orang tua kami dan lindungi serta sayangilah mereka sebagaimana mereka memelihara dan menyayangi kami sewaktu kecil.”

0 Comments:

Post a Comment




Allah SWT berfirman " Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang menpunyai akal..." (Yusuf:111)

Random Ayat

Daftar Kisah Inspiratif ...

Ruang Cuap ...

Ruang Cuap ...
Go follow me on Twitter @ThiyaRenjana And mention me if you want me to followback, hatur tengkyu ˆ⌣ˆ

Jejak Tertinggal


Compaq Computers

Arsip Rintik...


Link To Ruang Jeda



Copy kode di bawah masukan di blog anda,

Ruang Jeda

Jazaakumullooh Khoir. Baarokalloohu Fiikum

Support Palestine

Sahabat Follower ...

Buku Tamu
Jejak Sahabat
EDIT TAB 3
EDIT TAB 4
EDIT TAB 5
   Koridor Silaturahim Ruang Jeda





Template by Thiya Renjana | blog Blogger Templates